BELAJAR MEMANG BAIK, TAPI YANG INI LEBIH BAIK…

Oleh: Herlinafitri Astuti

Siapa yang tak mengerti pentingnya belajar di zaman sekarang ini? Orang tua berloma-lomba menjadikan anaknya yang terbaik, memasukkan mereka ke sekolah favorit, mendorong mereka untuk mendapatkan gelar setinggi-tingginya, memasukkan anaknya ke berbagai kursus, membelikan media belajar dan buku-buku mahal, dan lain sebagainya. Sekarang siapapun bisa mengakses ilmu pengetahuan dari mana saja; internet, lingkungan sekitar, perpustakaan, seminar, bahkan pendidikan formal pun bisa dijalani secara daring. Kita bisa belajar banyak hal, dari siapa saja, dimana saja, kapan saja. Sedemikian mudahnya akses pembelajaran, semakin banyak yang kita pelajari, tapi apakah itu membuat diri kita menjadi manusia yang lebih baik?

Belajar, seringkali kita artikan sebagai proses mempelajari dan memahami sesuatu. Kita pergi ke sekolah, diajari berbagai macam hal, mendapat nilai atau ijazah, maka dia dianggap sudah belajar. Hal itu bagus. Tak salah. Tapi bagaimana kalau apa yang kita pelajari juga bisa menjadikan kita sebagai manusia yang lebih baik inside out? Pembelajaran yang bisa mengubah diri kita, mindset kita menjadi lebih baik, lebih bermakna. Bukankah itu terasa lebih baik? Bukankah itu memang esensi dari tujuan pendidikan itu sendiri> Itulah yang disebut dengan transformative learning. Pembelajaran (atau pendidikan) yang punya kekuatan untuk mentransformasi seseorang.

Pembelajaran (learning) dan pembelajaran yang menggubah (transformative learning) sekilas terlihat sama, tapi sesungguhnya berada di level yang jauh berbeda. Katakanlah, saat kita membaca buku biologi, memahami konsepnya, terampil melakukan percobaannya, lulus dalam ujiannya, maka kita diaktakan sudah belajar biologi. Tapi benar-benar memahami bagaimana kerja tubuh kita, sehingga kita bisa mengatur pola makan, pola tidur, berolahraga teratur, dan menjaga daya tahan tubuh sesuai apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita (yang mana, sebenarnya, sangat personal)— berada di level yang lebih tinggi daripada sekedar memahami materi Biologi.

Kita pun bisa belajar fisika, memahami berbagai teori fisika, menyelesaikan berbagai bentuk perhitungan fisika, menghafal rumus, dan lulus dengan nilai terbaik pada maple fisika. Ya, kita telah belajar fisika. Tapi memahami bagaimana hokum alam ini bekerja dan menciptakan alat baru yang bermanfaat, ada di level yang berbeda. Perbandingan ini pun bisa kita terapkan pada bidang yang lain juga; agama, bahasa, ilmu sosial, dan lain sebagainya.

Transformative learning membuat kita memandang segala sesuatu dari sudut yang berbeda dan lebih mendalam. Bukankah sebenarnya ini kegelisahan yang kita alami selama ini? Berapa banyak, berapa lama kita belajar, dan berapa banyak yang membekas dalam diri kita? Berapa banyak yang mengubah diri kita menjadi lebih baik, lebih terhubung dengan jiwa kita, Tuhan dan alam semesta?

Seringkali kita mengajarkan pada anak-anak apa yang harus mereka pelajari, tapi lupa mengajarkan pada mereka bagaimana cara belajar. Padahal, transformative learning hanya bisa terjadi jika berasal dari dalam diri seseorang. Padahal, apa yang bisa kita ajarkan pada anak hanyalah sebatas yang kita ketahui, yang kita pelajari, yang kita alami, dari zaman dahulu sampai zaman kita hidup. Sedangkan anak-anak harus terus belajar untuk masa depan, mereka adalah milik masa depan, dan kita bahkan tak punya ide seperti apa masa depan itu! Namun jika kita mengajari mereka bagaimana cara belajar, bagaimana cara mencari tahu, bagaimana cara memecahkan masalah, bagaimana cara mengeksplorasi, bagaimana cara membuka potensi diri, bagaimana cara mengekspresikan diri, mereka akan berkembang dengan sendirinya. Mereka akan terus belajar dan mencari tahu hal-hal baru yang belum mereka ketahui. Mereka akan menciptakan sesuatu yang tak pernah kita bayangkan. Transformative learning lebih banyak mengajarkan bagaimana daripada apa. Lebih banyak mengajak untuk mendalami diri dan alam semesta, daripada mendistraksi dengan teori dan hafalan semata.

Belajar memang baik, tapi lebih baik lagi jika belajar itu mampu mengubah diri kita menjadi manusia seutuhnya. Khalifah bagi alam semesta.