Budikdamber, Inovasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Di tengah pandemic corona yang serba sulit, kita harus pandai-pandai membuat inovasi untuk tetap bisa bertahan hidup. Salah satunya tetap mempertahankan kecukupan akan kebutuhan pangan kita. Menanam tanaman pangan seperti sayur-sayuran, memelihara ikan dan ternak merupakan hal-hal yang bisa kita lakukan untuk dapat mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sekolah Alam Pacitan, selain terus melakukan kegiatan penanaman tanaman pangan dikebun dan area sawah sekolah, kita juga mencoba untuk mengembangkan Teknik lain yaitu budikdamber (budidaya ikan dalam ember).
Inovasi ini dilakukan sebagai solusi bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas untuk bercocok tanam. Dengan budikdamber, kita dapat memelihara lele dan menanam sayur sekaligus. Ikan yang cocok diternakkan dengan Teknik budikdamber ini adalah lele, pati, sepat, betok, gabus dan gurami; ikan-ikan yang tahan oksigen rendah. Adapun tanaman yang bisa dibudidayakan seperti kakung, genjer, bayam dan tanaman sayur lainnya. Sedangkan media tanam yang bisa digunakan adalah arang, kain, sekam, kapas, dan tanah.
Sebelum melakukan uji coba budikdamber beberapa guru dan keryawan Sekolah Alam Pacitan terlebih dahulu mengikuti pelatihan melalui seminar online, kemudian hasil dari pelatihan tersebut dibagikan kepada seluruh guru dan karyawan Sekolah Alam Pacitan. Nah, apabila kalian ingin beternak lele sekaligus menanam kangkung dalam ember, berikut cara-caranya:
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
Ember 80 liter
1. Gelas plastic
2. Arang/kapas/kain
3. Benih lele ukuran 5-12 cm sejumlah 60 100 ekor
4. Bibit kangkung
5. Tang
6. Kawat
7. Solder

Cara pembuatan untuk ternak lele dan tanam kangkung
Pertama-tama yang dibutuhkan adalah mempersiapkan gelas dan tanaman kangkung, caranya:
1. Lubangi gelas plastic 10-15 buah dengan solder
2. Masukkan kapas/arang/kain ke dalam gelas plastic
3. Taruh benih kangkung diatas kapas/arang/kain
4. Potong kawat kurang lebih 12 cm dan buat model kait yang bisa dijadikan pegangan gelas di ember


Selanjutnya adalah membuat persiapan media untuk budikdamber:
1. Isi air 60 liter kedalam ember, diamkan kurang lebih 1 2 hari
2. Masukkan ikan, diamkan 1-2 hari
3. Rangkai gelas plastic dipinggir ember

Setelah ini, jangan lupa untuk tetap melakukan perawatan pada lele dan tanamannya. Untuk merawat lele dan kangkung yang dibudidayakan Bersama, maka ember perlu diletakkan ditempat yang terkena matahari maksimal. Sehingga nantinya kangkung akan terlihat tumbuh pada hari ke-3. Sedangkan untuk pakan ikan lele, bisa diberikan 2 3 kali dengan waktu yang rutin. Lakukan penggantian air, jika air sudah berbau dan ikan menggantung (kepala diatas, ekor dibawah)
Dengan Teknik budikdamber ini, kangkung dapat dipanen pertama kali setelah 14 21 hari setelah di tanam.caranya adalah dengan memotong kangkung dan menyisakan bagian bawahnya untuk pertumbuhan Kembali. Panen umumnya bisa berjarak antara 10 14 hari sekali dan tanaman dapat bertahan kurang lebih 4 bulan. Sedangkan ikan lele dapat dipanen dalam 2 bulan jika benih bagus dan pakan baik.
Teknik Budikdamper ini bisa menjadi pola penanaman di masa depan. Selain tidak memerlukan lahan yang luas, biayanya pun juga lebih murah. Mari kita tetap berinovasi ditengah pandemic yang melanda.
Selamat mencoba.