Green Therapy

Setelah 2 tahunan ‘terkurung’ di rumah, kegiatan di dalam kelas terus menerus tentu saja membuat jenuh kan? Kami mengerti, saat anak-anak kesulitan focus di kelas, maka diperlukan suasana baru, metode baru untuk menyegarkan jiwa raga mereka agar siap belajar kembali. Maka dari itu, minggu ini anak-anak Sekolah Alam Pacitan diajak Green Therapy menyusuri persawahan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tentunya.
Green Therapy pada dasarnya adalah terapi ‘kembali ke alam’. Manusia, esensinya adalah bagian dari alam yang tak terpisahkan. Ketika seorang manusia terhubung dan dekat dengan alam, maka ketenangan, kedamaian, kejernihan pikiran yang dia rasakan. Namun saat seseorang tidak akrab dengan alam, maka ada rasa hampa, bosan, sumpek, karena merindukan ásalnya’. Itulah kenapa, saat jenuh bekerja, orang-orang memilih liburan ke daerah pegunungan, pantai, hutan, misalnya, untuk mendapatkan kembali ketenangan. Green therapy mengajak anak-anak kembali terhubung dengan alam di sekitarnya, bersenang-senang dan menikmati momen ini di alam. Green Therapy bukan hanya menyehatkan badan mereka, tapi juga merefresh pikiran dan jiwa anak-anak.
Mengingat pandemic belum benar-benar usai, maka kami menerapkan protocol kesehatan sebelum, saat, dan sesudah kegiatan. Saat datang anak-anak disemprot desinfektan dan di cek suhu tubuh, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, tidak bergantian alat makan dan minum. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok 4-5 anak sekali jalan, agar tidak berkerumun. Memakai sepatu boots, daddy cloth, topi, serta menggendong tas kecil berisi bekal makan dan minum, mereka memulai Green Therapy dengan melakukan pemanasan, senam, stretching, yel-yel penyemangat dan game. Setelah itu setiap kelopok diberangkatkan bergantian, menyusuri pematang sawah menuju pos-pos pemberhentian di area sawah. Kebetulan sawah sedang dipanen, sehingga lahannya kering dan bisa digunakan untuk permainan. Selain itu-anak-anak juga bisa menyapa para petani dan melihat proses pemanenan padi. Anak-anak terlihat sangat antusias, mereka berlarian di sawah, menghirup udara segar dan bermandikan matahari yang baik bagi tubuh serta meningkatkan imunitas.
Sesampainya di pos, mereka bermain game seru yang menguji ketangkasan, focus, keseimbangan, dan kelincahan. Menari, melompat, merangkak di terowongan, lempar cincin, tarik bola, tebak-tebakan, adalh beberapa contoh permainan yang mereka coba. Bermain adalah cara favorit otak untuk belajar. Cara terbaik tubuh untuk berlatih.
Sepanjang perjalanan, setiap kelompok didampingi oleh seorang teacher, untuk menunjukkan rute, membimbing anak dengan special needs, dan berjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah melewati pos terakhir, anak-anak pun menuju ke sekolah dan beristirahat serta snack time. Tidy up, dan menunggu penjemputan seperti biasa. Capek, tapi senang! Kata mereka saat ditanya bagaimana kesan Green Therapy kali ini. Kami juga senang melihat binar mata mereka yang mulai ‘hidup’ lagi setelah Green Therapy. Tetap Semangat Anak-anak alam! Salam Lestari!