Peringatan Hari Jadi Pacitan ke-274


 

Dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Pacitan yang diperingati setiap tanggal 19 Februari, Sekolah Alam Pacitan telah menyiapkan berbagai agenda. Seluruh siswa Sekolah Alam Pacitan sangat antusias dalam menyambut perayaan hari jadi Kabupaten Pacitan. Sekolah alam mewajibkan seluruh siswa, guru dan karyawan mengenakan pakaian batik khas pacitan seperti Batik Pace, Batik Jumputan atau baju lurik selama Bulan Februari. Hal ini menjadi salah satu cara untuk mengenalkan berbagai motif batik Pacitan khususnya kepada siswa Sekolah Alam Pacitan sekaligus kepada masyarakat luas.
Pada Hari Selasa 19 Februari 2019 Sekolah Alam melaksanakan upacara bendera peringatan hari jadi Kabupaten Pacitan ke 274. Pada upacara bendera kali ini Kepala Sekolah Alam Pacitan Bangun Naruttama bertindak sebagai Pembina Upacara menyampaikan amanatnya. Kepala Sekolah Alam Pacitan berpesan kepada seluruh warga sekolah untuk selalu menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di Pacitan. Beliau berpesan kepada seluruh elemen yang ada di sekolah untuk turut berperan dalam mempromosikan pariwisata Pacitan. Seluruh warga sekolah dapat menjadi penggerak dalam sektor pariwisata, terlebih melalui program “Sister School” yang akan dilaksanakan oleh siswa kelas 5 dan 6 dapat menjadi sarana bagi Sekolah Alam Pacitan untuk mengenalkan pariwisata Pacitan di luar negeri. Tujuannya adalah untuk membuat pariwisata Pacitan menjadi lebih dikenal dan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tentu dengan adanya peningkatan dari sektor wisata akan membawa dampak positif bagi masyarakat Pacitan.
Tidak hanya melaksanakan kegiatan seremonial, Sekolah Alam Pacitan juga melakukan penataan terutama di halaman depan didekorasi dengan berbagai pernak pernik untuk mempercantik sekolah menyambut hari jadi Pacitan. Di bagian gerbang sekolah dipasangi bleketepe (anyaman daun kelapa), pohon pisang raja dan tebu ireng sebagai gapura di kedua sisi gerbang. Dekorasi ini merupakan khas adat Jawa yang ingin kami perkenalkan kepada anak-anak dan harus selalu dilestarikan. Masing-masing memiliki makna khusus, bleketepe mewakili simbol peneduh, sedangkan tebu ireng bermakna kehidupan yang lurus dan mujur seperti bentuk dari batang tebu, sedangkan pisang raja matang melambangkan kemakmuran hidup. Melalui penataan sekolah yang sarat akan tradisi budaya Jawa, kami memiliki harapan agar anak-anak semakin mengenal dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Jawa, sehingga anak-anak memiliki keinginan untuk melestarikan budaya Jawa.
Dengan semangat hari jadi Pacitan ini Sekolah Alam Pacitan ingin mengajak seluruh masyarakat Pacitan untuk bersama-sama terus meningkatkan kesejahteraan Pacitan. Selain itu kita juga harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai patriotisme, disiplin, tanggung jawab, sopan santun dan gotong royong, sehingga tercermin nilai-nilai kearifan lokal Pacitan yang sesungguhnya. Semoga Pacitan menjadi kota yang lebih maju dan semakin lestari. (ridhalistya)