Gasebo Nganggur, INSYAALLAH Jalan Menuju Surga

 

 

SEKOLAH ALAM PACITAN – Salah satu Misi Sekolah Alam Pacitan adalah menyediakan sarana dan prasarana yang representative serta ramah lingkungan dalam kegiatan belajar siswa untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik agar berkembang secara optimal. Untuk mencapai standart sarana prasarana yang baik tentunya harus didukung dengan kekuatan, baik dari segi dukungan materiil maupun non materiil. Tentu hal ini tidak lepas dari pembiayaan untuk mewujudkannya.

Sarana dan Prasarana yang lengkap dan baik akan menggunakan biaya yang sangat besar menurut Sebagian kalangan diluar sana, namun berbeda dengan apa yang dilakukan Sekolah Alam Pacitan. “Memanfaatkan apa yang ada untuk sebuah keinginan besar”, kata Mr. Bangun. Orang nomor satu di Sekolah Alam Pacitan tersebut mencoba merubah mindset diatas. Sebenarnya cukup memberanikan diri untuk ambil resiko dan keluar dari zona nyaman.

“Memanfaatkan Gasebo Nganggur”. Awal mula tercetusnya sebuah ide untuk membuat sebuah mushola kecil di lingkungan Sekolah Alam Pacitan Kampus Dua. Bangunan tidak permanen dan kusam yang sebelum pandemic covid 19 digunakan anak-anak untuk istirahat dan belajar, saat ini dialih fungsikan menjadi mushola. Dikunjungi oleh tim redaksi sekolahalampacitan.sch.id pada tanggal 11 Januari 2021, saat itu masih proses merenovasi dan memperbaiki bagian-bagian Gasebo yang rusak. Ini akan menjadi tempat ibadah di Sekolah Alam Pacitan Kampus Dua. setidaknya tempatnya di perbaiki dan di renovasi agar kalau ibadah disini bisa nyaman, tenang, dan khusyuk, hanya kita belum memberi nama mushola ini, tutur Mr. Bangun. Pengerjaan tidak memakan waktu panjang, sehari sudah jadi. Kini Mushola ini sudah jadi dan bisa digunakan.

Aneh tapi nyata, perbaikan dan perenovasian Gasebo ini sama sekali tidak menggunakan biaya yang ber juta-juta, bahkan sepeser Uang pun tidak keluar dari kantong Bendahara di sekolah ini. Karena prinsip yang diterapkan adalah memanfaatkan apa yang ada. Dalam arti Memanfaatkan alat dan bahan yang ada, memanfaatkan Tenaga Guru yang ada dan tidak muluk-muluk, serta Guru harus punya keinginan kuat untuk merubah wajah Sekolah dimasa Pandemic Covid 19 ini. Sekolah tetap tidak kehilangan wajahnya agar selalu Asri dan Berseri.

 

Masa Pandemic Covid 19 saat ini mengharuskan anak-anak untuk belajar dirumah, belajar dengan metode Online/Daring. Sangat tepat sekali tentunya Gasebo nganggur ini alih fungsi menjadi Mushola. Walaupun saat ini hanya digunakan sebagai tempat ibadah oleh Guru Sekolah Alam Pacitan yang menerapkan sistem masuk Sekolah secara Shift, nantinya saat Pandemic covid 19 ini berakhir, Anak-anak masuk Sekolah bisa memanfaatkan Mushola ini sebagai tempat Ibadah dan Pembelajaran Agama Islam oleh Guru di Sekolah Alam Pacitan. Pesan yang disampaikan adalah siapapun boleh datang ke Sekolah Alam Pacitan, menggunakan Mushola ini untuk Ibadah sesuai ajaran dengan tetap memperhatikan Protocol Kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah