Perjalanan Tiga Negara: Membentuk karakter berani bermimpi – berani beraksi

Minggu pagi, 3 Maret 2019 pukul 06.30 rombongan Sister School SD Alam Pacitan tiba di sekolah setelah sebelumnya melakukan perjalanan pulang menuju tanah air dari KLIA 2 Malaysia menuju Bandara Juanda Surabaya. Rombongan berjumlah 26 anak (13 putra – 13 putri) beserta 3 orang guru telah selesai melakukan perjalanan tiga negara ke Singapura, Malaysia dan Thailand. Ini merupakan Sister School ketiga yang telah dilakukan SD Alam Pacitan. Berdasarkan penuturan kepala sekolah SD Alam Pacitan Mr. Bangun Naruttama, S.Pd. AUD. yang juga turut serta dalam rombongan, kegiatan Sister School dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman anak-anak supaya lebih mengenal budaya dan kemajuan teknologi di negara lain sehingga kedepan anak-anak bisa mengaplikasikan ilmunya di Indonesia. Meskipun masih berstatus sebagai pelajar SD, anak-anak peserta Sister School sama sekali tidak canggung. Mereka justru lebih bersemangat mengikuti rangkaian tour tiga negara ini karena mereka yakin kegiatan ini akan sangat bermanfaat di masa depan.

 

Belajar teknologi urban planning dan water purification di Singapura

Singapura, satu negara kecil yang modern dan memiliki beragam teknologi maju merupakan negara pertama yang di datangi. Di sana anak-anak mengunjungi Marina Barrage. Marina Barrage merupakan pusat pengolahan air di Singapura. Air yang diolah berasal dari air laut dan air hujan. Anak-anak belajar bagaimana menjadikan air laut dan air hujan tersebut menjadi air yang bisa diminum. Marina Barrage merupakan salah satu tempat yang memproduksi air minum di Singapura dan didistribusikan ke seluruh bagian negara Singapura. Anak-anak menyaksikan proses pengolahan air melalui sebuah simulator pengolahan air dan bisa meminum air yang sudah dimurnikan. Area ini juga berfungsi sebagai tempat rekreasi, pusat penampungan (reservoir), penyimpanan air dan pengendali banjir.

“Pelajaran yang bisa diambil adalah bagaimana menjadikan sebuah objek vital suatu negara memiliki tingkat efisiensi yang tinggi mulai dari efisiensi energinya dan efisiensi tata letaknya, sehingga dalam satu area bisa memiliki banyak fungsi dan saling terintegrasi dengan daerah di sekitarnya.”

Selain itu, anak-anak juga mampir ke Singapore City Gallery untuk mengetahui sejarah berdirinya Negara Singapura. Hal positif yang bisa diambil adalah pemerintah singapura membuka seluas-luasnya inovasi, gagasan dan ide-ide kreatif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan kemajuan dan kesejahteraan Singapura. Warga Singapura dipersilakan memamerkan inovasinya di Singapore City Gallery. Di museum ini anak-anak mengamati maket raksasa yang menyajikan miniatur tata kota dan rencana pembangunan Singapura.

“Disini anak-anak mengerti tentang bagaimana merencanakan tata letak bangunan di sebuah negara kecil dengan lahan yang sangat terbatas. Bagaimana mengoptimalkan fungsi lahan yang terbatas menjadi lahan yang berfungsi luas, strategis dan terintegrasi satu sama lain. Sangat tidak mudah. Negara Singapura yang hanya lebih luas 60 km2 dari luas Provinsi DKI Jakarta harus memikirkan banyak faktor jika akan membangun sebuah fasilitas dan harus efektif sesuai rencana.”

 

Menikmati khidmat dan bersahabatnya suasana pertukaran budaya di Islamic International University of Malaysia (IIUM) dan mengamati strategi pengelolaan pariwisata Malaysia

Perjalanan dilanjutkan ke Negeri Jiran. Rombongan SD Alam Pacitan diterima langsung oleh pimpinan Islamic International University of Malaysia (IIUM). IIUM berlokasi di Gombak, Selangor, Malaysia. Didirikan pada tahun 1983 oleh Kerajaan Malaysia dan disponsori oleh delapan negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). Disana anak-anak mementaskan penampilan angklung yang di kombinasikan dengan lagu-lagu daerah Indonesia. Anak-anak juga mengkolaborasikan penampilan angklung dengan penampilan dari siswa-siswi IIUM yang juga menyanyikan lagu-lagu daerah Malaysia berbahasa Melayu. Sebuah pemandangan yang sangat akrab dan bersahabat. Anak-anak saling bercengkrama, saling tukar informasi. Rasa persaudaraan yang kental terbentuk dengan mudah. Di IIUM rombongan SD Alam Pacitan diberikan jamuan makan siang bersama siswa dan para pengajar IIUM. Hal tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi keluarga besar SD Alam Pacitan.

Saat di Malaysia anak-anak juga mengunjungi Museum Negara Malaysia untuk melihat sejarah perkembangan Negara Malaysia yang notabene serumpun dengan Bangsa Indonesia. Selain mengetahui berbagai informasi di museum tersebut, anak-anak mendapatkan informasi tentang strategi Pemerintah Malaysia untuk mendatangkan wisatawan dari seluruh pelosok dunia serta hal-hal apa saja yang perlu disiapkan untuk menyambut datangnya wisatawan. Pemerintah Malaysia benar-benar menyadari pentingnya pelayanan di area wisata jika ingin mendapat kunjungan dari wisatawan dunia. Diantaranya dengan menyiapkan infrastruktur dan akomodasi komplit, bersih, bebas sampah dan terstandarisasi. Pemerintah Malaysia menggandeng masyarakat untuk membangun hotel dan penginapan di setiap area wisata. Pemerintah Malaysia juga menyiapkan atraksi wisata yang tak ada duanya serta melakukan promosi masif di berbagai media.

“Di Malaysia, anak-anak dapat mengetahui adat budaya Malaysia serta karakter sosial masyarakatnya. Anak-anak mendapatkan kesempatan melihat proses belajar di IIUM Malaysia. Selain itu, anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang strategi pengelolaan wisata yang modern di Malaysia. Hal ini penting dipahami anak-anak SD Alam Pacitan karena hidup dan besar di Pacitan. Anak-anak SD Alam setelah sister school harus berani membuat konsep pembangunan wisata Pacitan dan diaplikasikan di masa depannya.”

 The magnificent welcoming ceremony, cultural exchange and MoU Signing in Waraphat School, Songkhla, Thailand

Negara ketiga yang dikunjungi tim sister school SD Alam Pacitan adalah Thailand. Di negeri Gajah Putih ini rombongan langsung menuju Waraphat School yang beralamat di 63-Phattano-uthit Alley, Hat-Yai, Songkhla, Thailand. Waraphat School merupakan sekolah internasional tingkat PAUD dan SD yang sudah sangat modern dalam pengelolaan pembelajarannya maupun dari segi sarana-prasarananya. Rombongan SD Alam Pacitan tiba di lokasi pukul 07.30 dan melakukan kegiatan sampai pukul 11.30 waktu setempat.

Rombongan sister school SD Alam Pacitan disambut dengan welcoming performance sebuah tarian tradisional Thailand yang dibawakan oleh siswa-siswi Waraphat School. Direktur dan beberapa staf pengajar Waraphat School langsung menyambut dan mengalungkan bunga kepada Kepala Sekolah SD Alam Pacitan Mr. Bangun Naruttama dan dua guru SD Alam Pacitan yaitu Ms. Fairus Syahrozat dan Mr. Krisna Pebrianto. Setelah itu pihak tuan rumah langsung mengadakan welcoming ceremony yang berisi serangkaian acara formal. Salah satunya adalah peristiwa bersejarah penandatanganan MoU kerjasama pendidikan antara SD Alam Pacitan dengan Waraphat School. Tujuan diadakannya MoU ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antar kedua sekolah dan meningkatkan kepedulian terhadap budaya lokal di masing-masing negara asal sekolah yang kemudian akan saling di pelajari satu sama lain. Kedua sekolah juga telah menyepakati beberapa poin penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di kedua sekolah, peningkatan kualitas SDM tenaga pengajar serta peningkatan kualitas kurikulum. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat menjadi sebuah kontribusi nyata SD Alam Pacitan untuk mendukung program pembangunan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Anak-anak SD Alam Pacitan berkesempatan unjuk gigi di hadapan para sahabat internasionalnya di Thailand dengan menampilkan Tari Gegala dan Musik Angklung yang dipadukan dengan lagu-lagu khas tradisi budaya daerah Indonesia. Di akhir sesi anak-anak membaur bersama siswa-siswi Waraphat School dalam sebuah leaderless group discussion untuk belajar bersama tentang sains dan model teknik arsitektur sederhana menggunakan beberapa alat peraga. Mereka saling tanya dan menjelaskan dengan akrab. Siswa-siswi Waraphat School mengajak anak-anak SD Alam Pacitan untuk berkeliling sekolah melihat display-display kelas, tata ruangan dan desain masa depan sekolah. Tak lupa sebelum kunjungan berakhir, anak-anak ngobrol santai saling bertukar pikiran dan pengalaman, tukar kartu nama dan saling memberi cinderamata.

“Di Thailand, anak-anak mendapatkan pengalaman berharga. Mereka kini telah memiliki sahabat baru di dunia internasional dari Bangsa Thailand. Mereka mengetahui arus modernisasi pendidikan telah berjalan dengan baik di Thailand. Anak-anak SD Alam Pacitan juga belajar semangat tak pernah pupus yang tercermin di anak-anak Waraphat School, Thailand.

Dengan melihat langsung proses penandatanganan MoU, anak-anak SD Alam Pacitan secara langsung menyaksikan salah satu peristiwa bersejarah dimana sebuah sekolah dasar dapat menjalin kerjasama bidang pendidikan dengan sekolah di negara lain. Anak-anak memahami apa itu MoU dan apa fungsinya.”

Semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi anak-anak di masa mendatang dan semoga dapat memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat Pacitan.

 

Sampai Jumpa di liputan khusus Sister School tahun depan.

Sekian.

(red/almadina)