“Dur Angkoro” by Sekolah Alam Pacitan

Banyak sekali kisah tertulis tentang kerusakan alam. Dalam filosofi Jawa kuno terdapat istilah “dur angkoro“. Dur angkoro adalah sifat manusia yang merusak, perilaku buruk hingga menyirnakan sesuatu, serakah dan menimbulkan banyak kerusakan di alam ini.

Guru, orang tua dan anak-anak SD Alam Pacitan mencoba untuk menyuarakan kegelisahannya terhadap segala kerusakan alam yang terjadi selama ini melalui kegiatan sepeda hias 2019. Tujuannya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan adanya kerusakan alam yang tidak boleh terus dibiarkan, serta untuk mengajak masyarakat untuk lebih merawat, menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan manapun, bukan hanya lingkungan tempat tinggal.

Kampanye ini sekaligus sebagai sindiran sarkasme bagi orang-orang yang “dur angkoro“. Orang-orang yang hanya mementingkan hawa nafsu materi dunia dengan cara merusak alam, orang-orang yang tidak memperhatikan dampak kerusakan yang telah dilakukannya dan orang-orang yang mengabaikan balasan alam ketika murka.

Mari kita jaga alam ini. Jangan dirusak lagi.

 

Cintai apa yang ada di alam ini

Terus berjuang tanpa henti

Abadikan dalam sebuah karya

 

Saat yang lain lupa menjaga

Maka disini kami berupaya

Lestarikan anugerah Tuhan

Yang tak pernah berhenti bertahan

 

Udara, air, bumi

Tumbuhan, hewan

dan manusia

 

Adalah elemen dalam satu garis yang sama.