Solusi Mudah Mengatasi Masalah Sampah

Ditulis oleh: Bagus Yudho S.

Anak-anak sedang mencacah sampah
Sampah yang telah dicacah dicampur dengan tetes tebu
Proses pengadukan olahan kompos

Srek…srek..srek.. Ya, setiap pagi suara sapu lidi itu selalu menjadi harmoni pagi di sekolah kami, bersautan dengan kicau burung dan Kokok ayam, guguran daun dan bunga yang berserakan selalu menjadi menu pagi semua warga sekolah, sapu lidi, cikrak, gerobag sorong, tak pernah lelah bekerja sama untuk mengumpulkan semua sampah-sampah itu, di sudut sekolah berdiri sebuah gubug kecil dimana tempat kami mengumpulkan semua sampah organik. Daun, bunga,ranting kecil, kertas,sisa sayuran atau makanan kering, kami jadikan satu di bak besar berukuran dua kali tiga meter, setiap satu bulan sekali kemudian kami cacah menggunakan mesin pencacah.

Sedangkan plastik dan sampah anorganik lainya akan masuk di tong berwarna kuning untuk kemudian di ambil oleh petugas sampah di lingkungan untuk dibawa ke Tempat pengolahan sampah, maklum kami masih sangat terbatas untuk mengolah ataupun menggunakan kembali sampah-sampah tak terurai ini.

Mungkin bagi sebagian orang sampah-sampah daun ini tidak ada artinya, tetapi tidak bagi kami sekolah alam pacitan, bagi kami sampah-sampah organik ini bagaikan emas yang tidak terlihat, bagaimana tidak, dari sampah ini kami bisa mendapatkan banyak manfaat untuk kehidupan kami.
Setiap satu atau dua bulan ketika bak sampah kami penuh, kami mulai memproses sampah ini menjadi kompos, pertama adalah mencacah semua sampah kering ini, kemudian setelah semua tercacah, potongan-potongan kecil sampah ini dicampur dengan larutan komposter yaitu larutan cairan EM4, tetes tebu, atau air gula dan air, dicampur dan diaduk sampai merata, ini dilakukan supaya sampah ini bisa terfermentasi oleh bakteri. Butuh waktu kurang lebih dua bulan untuk proses fermentasi ini, hingga akhirnya sampah ini menjadi kompos yang mempunyai segudang manfaat.

Ada beberapa produk yang kami hasilkan dari sampah kering ini yaitu, pupuk kompos yang komposisinya dicampur dengan kotoran hewan ( kelinci dan kambing), media tanam komposisinya dicampur dengan arang sekam, dan juga mulsa organik, untuk mulsa ini sangat mudah, sampah yang baru dicacah itu bisa langsung di gunakan untuk mulsa alami.

Lalu apakabar dengan sampah basah?
Sampah basah yang ada di sekolah kami biasanya terdiri dari sisa makanan, sayuran atau buah-buahan busuk, itu juga kami proses menjadi pupuk kompos cair, dengan menggunakan metode komposter ember tumpuk. (Untuk penjelasan metode ember tumpuk akan di jelaskan di postingan khusus Ember Tumpuk).

Sebenarnya kenapa sih kita harus mengompos sampah di lingkungan kita?
Jadi begini, Yang pertama Dalam upaya mengurangi penumpukan sampah organik di TPA yang semakin bertambah setiap harinya, selain itu dengan mengompos sendiri sampah kita, kita telah mengurangi Jejak karbon dari kendaraan pengangkut sampah. Menutrisi tanah dan makhluk didalamnya. Menjaga kualitas air tanah, dan tentunya kita akan mendapatkan tanaman yang subur tanpa pupuk kimia.
Jadi udah tau kan betapa baiknya jika kita mau mengompos sendiri sampah kita?, Yuk, mulai kita coba sendiri yuk dirumah, yah semoga aksi kecil kita ini bisa membantu menyelamatkan bumi kita tercinta ini.
SALAM BUMI, PASTI LESTARI.